Workshop Pendamping Kesehatan-Pasien
(Patient Advocate)
Jadi pendamping pasien yang kompeten, aman, dan etis. Belajar menjembatani kebutuhan medis, psikologis, dan perawatan dasar pasien bersama fasilitator profesional.
Diselenggarakan oleh Ruang Nakes Training Center bekerja sama dengan Inspirasien
Pasien butuh pendamping yang paham, bukan sekadar menemani
Kebutuhan pendampingan kesehatan yang holistik terus meningkat. Program ini membekali peserta dengan standar kompetensi yang jelas, lengkap dengan payung etik dan batasan peran.
Clinical Advocacy
Pantau tanda-tanda vital, kenali tanda bahaya, dan bantu keluarga memahami informasi dari dokter.
Care Coordination
Jadi penghubung pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan. Catat perkembangan dengan rapi.
Personal Care
Bantu kebersihan diri, nutrisi, mobilisasi aman, manajemen obat, hingga P3K.
Psychological Support
Berikan dukungan emosional dan Psychological First Aid untuk mengurangi kecemasan pasien.
Pilih kelas sesuai latar belakangmu
Kurikulum disesuaikan dengan kompetensi dan batas kewenangan masing-masing peserta.
Untuk Tenaga Kesehatan
Sasaran: Nakes (semua profesi), guru produktif kesehatan, dan dosen kesehatan.
- Kompetensi lanjutan dan lebih klinis
- Observasi terstruktur dan dokumentasi (Progress Note, SBAR)
- Komunikasi lintas profesi dengan tim medis
- Pendampingan berbasis keselamatan pasien
Untuk Umum & Pendamping
Sasaran: Caregiver, pendamping pasien, relawan dan kader kesehatan, tenaga penunjang, serta masyarakat umum.
- Kompetensi dasar yang praktis
- Fokus pada keselamatan dan dukungan emosional
- Kebersihan diri dan mobilisasi ringan
- Observasi sederhana dan rujukan cepat
Materi praktis, langsung bisa diterapkan
Metode learning by doing: studi kasus, simulasi, role play, dan praktik langsung dengan alat.
Topik utama
Lihat struktur kurikulum lengkap (18 materi, 30 JPL)
- Building Learning Commitment
- Konsep Patient Advocate
- Kode Etik & Aspek Legal
- Akses Layanan & Alur Rujukan
- Komunikasi Terapeutik & Empatik
- Dasar Penyakit & Gangguan Psikologis
- K3 Pendampingan & Patient Safety
- Pemantauan TTV & Observasi
- Bantuan Hidup Dasar & P3K
- Personal Hygiene, Nutrisi, Cairan & Eliminasi
- Mobilisasi & Transportasi Pasien
- Psychological First Aid & Stress Management
- Manajemen Obat
- Dokumentasi & Pencatatan
- Terminasi & Evaluasi Pendampingan
- Financial Care & Administrasi Pembiayaan
- Service Excellent
- Rencana Tindak Lanjut
Paham peran, paham batasan
Patient Advocate membantu memantau kondisi pasien, mendampingi pengobatan sesuai instruksi dokter, mencatat perkembangan, dan menyampaikan edukasi sederhana kepada keluarga.
Namun tidak menggantikan dokter atau tenaga kesehatan penanggung jawab. Pendamping hanya membantu memperjelas informasi yang sudah disampaikan dokter, bukan membuat diagnosis atau mengubah keputusan medis.
Diajar oleh 19 fasilitator dari kalangan perawat, psikolog, dokter spesialis kedokteran jiwa, dan apoteker.
Yang kamu dapatkan
Kesempatan beasiswa hingga 100%
Biaya Workshop (Profesional & Non-Profesional)
dengan Beasiswa 100%
Peserta penerima beasiswa cukup membayar biaya Skrining Kesehatan Mental Rp250.000. Beasiswa diberikan kepada peserta atau instansi yang ditunjuk penyelenggara. Kuota terbatas.
Syarat peserta
- Pria/wanita, sehat jasmani dan rohani
- Mampu membaca dan menulis
- Bersedia ikut dari awal hingga akhir (kehadiran min. 95%)
- Punya akun SATUSEHAT SDMK (Nakes) atau LMS Plataran Sehat (Non-Nakes)
- Rekomendasi instansi (jika ada)
Dari daftar sampai bersertifikat
Isi formulir
Daftar lewat formulir online dan pilih kelasmu.
Konfirmasi
Tim penyelenggara memverifikasi data dan menghubungimu.
Kelas online
3 hari belajar teori via LMS Plataran Sehat.
Praktik offline
2 hari praktik di Yogyakarta bersama fasilitator.
Sertifikat
Lulus evaluasi, terima E-Sertifikat Kemenkes.
Siap jadi Patient Advocate?
Kuota per angkatan terbatas. Daftar sekarang dan amankan kesempatan beasiswamu.
Informasi pendaftaran: 0811-1311-805 (Ruang Nakes Training Center)Strategi Pelatihan Bisnis Inklusif:
Pelatihan untuk Mendukung dan Meningkatkan Produktivitas Pekerja dengan Penyakit Kronis
Studi terkini
Data 191 partisipan pekerja dengan penyakit kronis menunjukkan bahwa terdapat 78% pasien yang sedang bekerja, 13,6% pernah bekerja, dan 8,4% tidak bekerja dikarenakan tatalaksana penanganan penyakit yang dialami.
Pasien pekerja: dari 332 pekerja, terdapat 47,9% (persentase terbesar) pekerja dengan penyakit kronis yang berusia 26-35 tahun. Berdasarkan jenis kelamin,diketahui mayoritas perempuan.
Pemilik Usaha: dari 69 pemilik usaha,yang merupakan perusahaan swasta (50,7%), Pemerintahan (29,0%), dan BUMN(20,3%). Berdasarkan ketiga perusahaan tersebut, terdapat 68,1% karyawan dengan penyakit kronis.
Paket Pelatihan
Pelatihan tersedia dalam berbagai paket:
Inspirasien
- Inspirasien merupakan platform pendampingan pasien penyakit kronis yang menyediakan pelatihan untuk pemilik usaha dan pasien pekerja untuk dapat melakukan optimalisasi kinerja dan meningkatkan keuntungan perusahaan.
- Inspirasien merupakan lembaga penyelenggara training yang telah memiliki sertifikat standar Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dengan nomor PTH-0178-012024.
Pelatihan ini cocok untuk:
-
Pemilik Usaha atau Pemberi Kerja, dengan kriteria sebagai berikut:
- Instansi pemerintah atau swasta
- Divisi sumber daya manusia (SDM), managerial level, hingga C-level)
-
Pekerja dengan penyakit kronis, dengan kriteria sebagai berikut
- Pekerja dengan penyakit kronis yang termasuk ke dalam kategori usia produktif (15-64 tahun).
- Terdaftar aktif bekerja di instansi pemerintah/swasta.
- Memiliki riwayat penyakit kronis
Peserta akan mendapatkan:
Stay up to date with the
latest courses
